Yuk Kenalan dengan Pemain Bola Indonesia, Hanif Syahbandi!



Manajemen Arema FC berbicara tentang keputusan mereka untuk membela pemain bola Indonesia, Hanif Sjahbandi. Mereka menilai gelandang, yang saat ini memasuki tim nasional U-22, unik dibandingkan dengan gelandang lain dalam skuad bertuliskan logo tinju singa.

Hanif sebelumnya terikat dengan kontrak baru selama satu musim di klub ini. Penandatanganan kontrak ini dilakukan sehari sebelum pertandingan uji coba antara Arema dan tim nasional U-22, Minggu (10/02).

General Manager Arema, Ruddy Widodo, mengatakan ada sejumlah pertimbangan dalam memperpanjang kontrak Hanif. Yang paling penting, lanjutnya, adalah rekomendasi dari tim pelatih. Ini tidak terlepas dari kemampuan Hanif yang baik di lapangan. Namun, selain itu, ada banyak hal yang membuat manajemen memperpanjang kontrak Hanif. Menurut Ruddy, pemain bola Indonesia berusia 21 tahun ini unik.

Jadi, ada keuntungan yang dimiliki Hanif. Kekuatan ini membuatnya saling melengkapi dengan gelandang kami," kata Ruddy. "Inilah yang membuat kami memutuskan untuk memperpanjang kontrak Hanif," lanjutnya.

Ruddy sendiri mengaku tidak bisa mengungkapkan keunikan sosok Hanif dibandingkan rekan-rekannya. Namun, ia memastikan bahwa pertimbangan ini diambil setelah manajemen dan tim pelatih membahas panjang lebar.
Mengapa manajemen Arema hanya menawarkan kontrak tahunan Hanif?
Siapkan Sejumlah Opsi Durasi Kontrak, Selanjutnya, Ruddy mengungkapkan alasan di balik durasi kontrak Hanif yang hanya satu musim. Menurutnya, ini merupakan kesepakatan antara kedua pihak. Menurut Ruddy, pada awalnya, manajemen Arema dan Hanif mengeksplorasi sejumlah opsi terkait durasi kontrak.

Namun, ini adalah tahun yang akhirnya menjadi kesepakatan antara kedua pihak. "Ada beberapa alasan dari kedua belah pihak tentang mengapa kontrak ini setahun yang lalu," kata Ruddy. “Namun, opsi untuk menambah durasinya sangat terbuka," lanjutnya.

Sementara itu, dengan penandatanganan kontrak Hanif, Arema saat ini hanya menyisakan satu pemain bola Indonesia yang belum menandatangani kontraknya. Pemainnya adalah Dalmiansyah Matutu. "Kami sudah melakukan pembicaraan. Ada perjanjian informal," kata Ruddy. "Mungkin dalam waktu dekat kita akan bertemu," katanya.
Bagaimana Respon Pemain Bola Indonesia Hanif Syahbandi?
"Selama ini bermain di rumah, perbedaannya adalah saya menggunakan pakaian Garuda. Itu saja, dan Arema menjadi lawan," jawab Hanif kepada wartawan, Sabtu (2/2/2019). Hanif telah bergabung dengan kamp pelatihan tim nasional sejak awal Januari. Tapi dia tidak ketinggalan informasi tentang Arema.

Dia melihat suntikan pemain baru dan kedatangan pelatih baru menjadi warna berbeda di tim. Dia yakin Milomir Seslija akan bagus untuk Arema FC. "Saya perhatikan dalam beberapa pertandingan terakhir. Komposisinya tidak banyak berubah, tetapi ada dua pemain, bermain di posisi baru," kata pemain bola Indonesia kelahiran Bandung itu pada 7 April 1997.

"Dan pelatih baru, meskipun saya belum pernah dilatih dengannya, tetapi Arema akan jauh lebih baik di tangannya," kata Hanif. Memprediksi pertandingan akan menyenangkan. Apalagi Arema FC akan mendapat dukungan langsung dari Aremania.

Sebelumnya, Komdis telah menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton untuk Arema menjelang akhir Liga 1 2018. "Tentu saja besok akan menyenangkan, tentu saja Aremania memberikan suntikan dukungan bagi tim," kata Hanif.

Dunia sepakbola nasional sangat bergairah karena sosok bernama Hanif Sjahbandi. Karena atlet tim nasional U-22 Indonesia terpaksa meninggalkan lapangan ketika ia menerima dua kartu kuning dalam pertandingan Indonesia melawan Vietnam. Dia tertangkap kamera menyikut salah satu pemain Vietnam dengan sengaja.

Namun, setelah kejadian itu, sosok Hanif Sjahbandi tiba-tiba menjadi sorotan kaum hawa. Karena pemilik nama lengkap Hanif Abdurrauf Sjahbandi memiliki wajah yang cukup menarik. Ia bahkan kerap menampilkan foto dirinya melalui Instagram @hanifsjahbandi.

Meskipun dalam mengunggah foto di Instagram @hanifsjahbandi ia menerima komentar pedas dari Warganet mengenai tindakannya yang menyebabkan kartu merah, beberapa wanita masih terpesona oleh wajah Hanif Sjahbandi yang dianggap tampan.

Dukungan lain juga disampaikan oleh Warganet kepada Hanif Sjahbandi. "Kuatkan," "Pertahankan semangatmu, tunjukkan jiwamu, @hanifsjahbandi," "Antusiasme sam @hanifsjahbandi !!! setiap kejadian pasti ada pelajaran, untuk belajar umak ongis di masa depan, umak garuda, pemuda terpilih bangsa,"

Melihat latar belakangnya, atlet yang lahir di Bandung, 7 April 1997 ini adalah siswa ASA (Asian Soccer Academy) pertama di tahun 2007 sebelum pindah ke sekolah sepak bola yang didirikan oleh orang tuanya, TwoTouch Academy Football, pada tahun 2008.

Orang tua Hanif kemudian mendaftarkannya di Manchester Soccer School pada tahun 2009, menjadikannya siswa terbaik dalam kelompok berusia 12 tahun. Setelah diundang ke Final Keterampilan Dunia, Hanif muncul secara khusus dalam sebuah buku berjudul Merah Putih di Old Trafford: Kisah Anak-Anak Indonesia Pilihan yang Berlatih di Kandang Setan Merah Langlang Randhawa yang diterbitkan pada 2010.


EmoticonEmoticon