10 Gaya Paling Terkenal Dalam Desain Interior

Desain interior merupakan salah satu unsur yang penting di bidang arsitektur, Selain memberikan nilai estetis, desain interior juga membuat bangunan berfungsi dengan efektif. Contoh sederhananya ialah tata letak furniture pada ruang tamu di sebuah rumah. Bila sofa diletakan di dekat pintu, penghuni rumah akan sulit melewatinya. Namun, jika diletakkan dengan benar, penghuni rumah akan merasa nyaman menggunakannya.  Terdapat banyak gaya desain interior. Namun, ada 10 gaya yang paling terkenal. Apakah gaya desain interior di rumah Anda termasuk salah satunya? Yuk simak ulasannya berikut ini!

1.      Gaya Bohemian

Kata bohemia dahulu mengacu pada gaya hidup non tradisional dari orang-orang yang mengembara. Kemudian, bohemia diidentikkan dengan istilah “gipsi” untuk mendeskripsikan orang yang meninggalkan aturan kaku. Pada desain interior, gaya bohemia juga mencerminkan segala sesuatu yang menampilkan individualitas. Biasanya, ciri gaya ini ialah tampilan modern serta penggunaan warna yang beragam.


2.      Gaya Coastal

Gaya coastal atau juga disebut nautical mengingatkan kita pada suasana tepi pantai. Kehidupan pesisir sendiri identik dengan suasana yang nyaman dan tenang. Tidak heran, interior pada gaya coastal juga menampilkan suasana yang sama. Inspirasi dari desain ini ialah segala sesuatu yang berhubungan dengan pantai, ombak, pasir, dan matahari.

3.      Gaya Kontemporer

Gaya kontemporer merupakan perpaduan antara konsep masa kini dan masa depan. Oleh karena itu, gaya ini menampilkan suasana yang hangat sekaligus dingin. Ciri utama gaya ini ialah menggunakan warna yang netral, bersih, serta halus.

4.      Gaya Eklektik

Berbeda dengan gaya pada umumnya, gaya eklektik tidak memiliki aturan tertentu. Jadi, kreativitas kita sebagai pemilik rumah sangat berperan di dalamnya. Namun, pastikan perpaduan gaya yang kita gunakan saling melengkapi satu sama lain.

5.      Gaya Industrial

Desain interior bergaya industrial menggunakan campuran yang masih mentah. Karakteristik utama gaya ini ialah dinding unfinished serta langit-langit yang tinggi. Warna-warna yang biasanya digunakan pada gaya industrial ialah warna monokromatik

6.      Gaya Minimalis

Desain interior minimalis mengutamakan sesuatu yang sederhana namun tetap estetis. Dekorasi dan furniture dibuat simpel tetapi tetap mengesankan. Gaya minimalis sangat mudah dijumpai pada bangunan di kota-kota besar. Ini dikarenakan masyarakat di kota besar membutuhkan tempat tinggal yang mudah dibersihkan.

7.      Gaya Maroko

Gaya Maroko identik dengan perpaduan warna cerah serta tekstur yang beragam. Ciri lain gaya Maroko ialah penggunaan pola geometri yang rumit.  Terdapat juga karpet yang mewah serta lampu lentera.

8.      Gaya Rustic

Dalam bahasa Inggris, rustic memiliki arti lusuh, jelek, serta tidak enak dilihat. Namun, gaya rustic pada desain interior tidaklah seperti itu. Gaya ini identik dengan kealamian. Tidak heran furniture dan dekorasinya banyak menggunakan bahan daur ulang. Selain itu, material gaya rustic umumnya juga tidak dihaluskan. Beberapa jenis material yang sering digunakan pada gaya ini ialah kayu, logam, serta batu.

9.      Gaya Skandinavia

Gaya Skandinavia menampilkan suasana yang hangat. Perabot yang simpel membuat gaya ini terlihat kasual namun tetap menawan. Gaya ini juga memberikan kesan ceria dalam rumah. Sekilas, gaya ini mirip seperti gaya minimalis. Namun, tidak semua gaya minimalis merupakan gaya Skandinavia. Biasanya, gaya Skandinavia menggunakan material dari kulit, kayu, serta kaca.

10.  Gaya Vintage

Gaya vintage merupakan gaya yang identik dengan zaman dulu. Desain interior vintage ini terdiri dari perabot yang sudah tua namun tetap kokoh. Barang-barang antik ini membuat desain interior terlihat sangat klasik. 



EmoticonEmoticon